Minggu, 30 Oktober 2011
Pelancong Inggris Tanpa Sengaja Merekam Penampakan Alien di Hutan Amazon
Gambar ini berasal dari sebuah video yang diperoleh seorang paranormal dan penulis Michael Cohen yang mengklaim ini hasil rekaman oleh dua wisatawan Inggris saat mereka mengunjungi wilayah Mamaus, Amazon.
Saat kamera sementara difokuskan pada beberapa anak-anak kecil, terlihat di kejauhan cahaya keperakan dan sesosok mahluk asing berdiri di sebelah sebuah pohon..
Meskipun kebanyakan orang mengagap bahwa gammbar ini tidak lebih dari sekedar tipuan, namun Cohen tetap yakin bahwa ini merupakan bukti yang sangat kuat tentang mahluk luar angkasa.



‘Ini adalah rekaman yang sangat kuat dan akan sulit untuk mendiskreditkan.” tuturnya.
Cohen juga mengatakan bahwa Amazon merupakan daerah yang paling terkenal dalam aktivitas alien, karena mereka tertarik dengan keragaman biologis di daerah tersebut.“Kawasan itu juga menjadi fokus dari penyelidikan tingkat tinggi oleh pemerintah Brasil yang dikenal sebagai Operasi Prato, dimana sejumlah tentara dikirim untuk memantau dan mengkonfirmasi kehadiran mahluk asing di wilayah tersebut.” tambah Cohen.
Saat kamera sementara difokuskan pada beberapa anak-anak kecil, terlihat di kejauhan cahaya keperakan dan sesosok mahluk asing berdiri di sebelah sebuah pohon..
Meskipun kebanyakan orang mengagap bahwa gammbar ini tidak lebih dari sekedar tipuan, namun Cohen tetap yakin bahwa ini merupakan bukti yang sangat kuat tentang mahluk luar angkasa.
‘Ini adalah rekaman yang sangat kuat dan akan sulit untuk mendiskreditkan.” tuturnya.
Cohen juga mengatakan bahwa Amazon merupakan daerah yang paling terkenal dalam aktivitas alien, karena mereka tertarik dengan keragaman biologis di daerah tersebut.“Kawasan itu juga menjadi fokus dari penyelidikan tingkat tinggi oleh pemerintah Brasil yang dikenal sebagai Operasi Prato, dimana sejumlah tentara dikirim untuk memantau dan mengkonfirmasi kehadiran mahluk asing di wilayah tersebut.” tambah Cohen.
Profil dan Otobiografi Marco Simoncelli Sang Juara Sejati
Dengan gaya rambut kribonya, Marco Simoncelli amat mudah dikenali. Sementara itu, bakat yang dimilikinya membuat Simoncelli selalu mendapat perhatian dari banyak pihak.Ironisnya, Sirkuit Sepang tempat Simoncelli memastikan gelar juara dunia kelas 250cc pada 2008, menjadi sirkuit terakhir yang dipakai pembalap ini.

Kecelakaan yang melibatkan Collin Edwards dan Valentino Rossi tersebut membuat Simoncelli terkapar di lintasan. “Supersic” jatuh dan terseret ke jalur pebalap Yamaha Tech 3, Colin Edwards, yang tak kuasa menghindar sehingga menghantam motor sekaligus kepala Simoncelli.

Insiden di lintasan balap MotoGP sejatinya kerap memayungi Pembalap tim Gresini Honda, Marco Simoncelli. Sejarah balap mencatat sejumlah insiden ‘mengerikan’ selalu melibatkan nama Simoncelli. Keberaniannya menggeber motor menjadikan manuver yang ia lakukan jadi sesuatu yang ‘dangerous’ buat diri dan lawan-lawannya. Itu mengapa ia dijuluki ‘Supersic’
Marco Simoncelli (lahir di Cattolica, Rimini, Italia, 20 Januari 1987, adalah salah satu pembalap MotoGP yang berasal dari Italia, dan cukup terkenal dengan karakter balapnya yang cukup garang. Gaya garangnya ini terlihat ketika seri terakhir MotoGP musim 2010, saat ia nyaris membuat Jorge Lorenzo terjatuh dan gagal meraih kemenangan di seri terakhir musim itu.

Namun, sejumlah kecelakaan tersebut tak menghentikan Simoncelli hingga maut datang di Sepang. Kelebat ban depan motor Colin Edward jadi perantara buat maut menjemput pebalap bertalenta hebat tersebut, Minggu (23/10/2011). Race dihentikan. MotoGP dan dunia balap motor berduka karena kehilangan Simoncelli.
Simoncelli memulai karir di tahun 2002 di kelas 125 World Championship. Sepanjang empat tahun berlaga di kelas ini, pembalap yang bergabung di tim Aprilia ini sukses menang sebanyak tiga kali dan tujuh kali naik podium dari 50 kali tampil. Pada tahun 2006, Pembalap yang akrab disapa Super Sic ini naik kelas ke 250 World Championship. Bersama tim Gilera, sepanjang keikutsertaannya di kelas ini, Simoncelli berhasil memenangi 12 laga dan 22 podium dari 64 serie yang diikutinya.
Simoncelli berhasil menjuarai 250 World Championship pada musim 2008 dengan memetik 280 poin. Di musim itu, ia mampu memenangi 6 seri balapan. Namun sayangnya, di musim selanjutnya, ia tidak dapat mengulangi suksesnya. Simoncelli harus puas berada di urutan ketiga klasemen akhir 2009.
Meski demikian, kepiawiannya mengendarai ‘kuda besi,’ membuat Honda tertarik kepadanya. Simoncelli pun naik kasta pada 2010 dengan bermain di kelas MotoGP World Championship bersama Honda. Di musim pertamanya, Simoncelli hanya mampu berada di posisi ke delapan dengan perolehan 125 poin.
Rekam jejak prestasi Simoncelli
1987: Lahir di Cattolica, Italia 20 Januari.
1996: Runner-up di Kejuaraan minimoto Italia.
1999: Juara Kejuaraan minimoto Italia.
2000: Back-to-back di Kejuaraan minimoto Italia dan runner-up di Kejuaraan Eropa minimoto.
2001: Pindah ke kejuaraan 125cc Italia dan memenangkan gelar di tahun rookie.
2002: Memenangi gelar 125cc Eropa.
2003: Masuk di Kejuaraan Dunia 125cc dengan tim Racing Matteoni.
2004: Bergabung dengan tim Rauch Bravo dan memenangkan Grand Prix pertamanya di Jerez hujan-basah.
2005: menyelesaikan 125cc dengan tim Ras Nocable.it
2006: Pindah ke kelas 250cc untuk Gilera.
2008: Juni – Memenangkan balapan pertamanya 250cc di GP Italia di Sirkuit Mugello dalam keadaan kontroversial ketika Hector Barbera menabrak dirinya.
Oktober – Memenangkan Kejuaraan Dunia 250cc setelah musim yang sukses dengan Gilera dengan selesai tempat ketiga di Grand Prix Malaysia di Sepang.
2009: Finalis ketiga di Kejuaraan Dunia 250cc belakang Jepang Hiroshi Aoyama dan Spanyol Barbera.
2010: Moves atas untuk naik di MotoGP musim debutnya bagi Honda. Selesai 16 dari 18 ras perjalanan ke tempat kedelapan di kejuaraan.
2011: Mei – bertabrakan dengan Dani Pedrosa di Sirkuit Le Mans saat GP Perancis.
Juni – Berkarir di GP Catalan menempati posisi ke enam .
23 Oktober – Tewas dalam kecelakaan GP Malaysia di Sepang(exelroze)
Kecelakaan yang melibatkan Collin Edwards dan Valentino Rossi tersebut membuat Simoncelli terkapar di lintasan. “Supersic” jatuh dan terseret ke jalur pebalap Yamaha Tech 3, Colin Edwards, yang tak kuasa menghindar sehingga menghantam motor sekaligus kepala Simoncelli.
Insiden di lintasan balap MotoGP sejatinya kerap memayungi Pembalap tim Gresini Honda, Marco Simoncelli. Sejarah balap mencatat sejumlah insiden ‘mengerikan’ selalu melibatkan nama Simoncelli. Keberaniannya menggeber motor menjadikan manuver yang ia lakukan jadi sesuatu yang ‘dangerous’ buat diri dan lawan-lawannya. Itu mengapa ia dijuluki ‘Supersic’
Marco Simoncelli (lahir di Cattolica, Rimini, Italia, 20 Januari 1987, adalah salah satu pembalap MotoGP yang berasal dari Italia, dan cukup terkenal dengan karakter balapnya yang cukup garang. Gaya garangnya ini terlihat ketika seri terakhir MotoGP musim 2010, saat ia nyaris membuat Jorge Lorenzo terjatuh dan gagal meraih kemenangan di seri terakhir musim itu.
Simoncelli mengawali karirnya di dunia balap motor profesional, ketika ia menginjak usia 9 tahun di ajang Italian Minimoto Championship. Tahun 2001 ia pun hengkang ke ajang European 125cc dan mengamankan titel juara di tahun 2002.
Pada tahun 2002 ia kemudian memulai karirnya di ajang MotoGP. Selama tiga tahun ia kemudian berlaga di kelas 125cc, namun ia hanya mampu meraih hasil terbaik di posisi kelima pada tahun 2005. Naik ke kelas 250cc ia menjadi satu-satunya pembalap tim Gilera yang mampu menunjukkan hasil terbaik di ajang ini. Yaitu menjadi juara dunia di tahun 2008.
Hasil ini membuat tim Gresini Honda tertarik untuk merekrutnya di ajang MotoGP pada tahun 2010 lalu. Ia pun mampu memperlihatkan hasil yang bagus sebagai pembalap rookie. Hasil terbaik yang bisa ditorehkan oleh pembalap asal Italia itu, adalah posisi keempat di MotoGP Portugal 2010.

Pada tahun 2002 ia kemudian memulai karirnya di ajang MotoGP. Selama tiga tahun ia kemudian berlaga di kelas 125cc, namun ia hanya mampu meraih hasil terbaik di posisi kelima pada tahun 2005. Naik ke kelas 250cc ia menjadi satu-satunya pembalap tim Gilera yang mampu menunjukkan hasil terbaik di ajang ini. Yaitu menjadi juara dunia di tahun 2008.
Hasil ini membuat tim Gresini Honda tertarik untuk merekrutnya di ajang MotoGP pada tahun 2010 lalu. Ia pun mampu memperlihatkan hasil yang bagus sebagai pembalap rookie. Hasil terbaik yang bisa ditorehkan oleh pembalap asal Italia itu, adalah posisi keempat di MotoGP Portugal 2010.
Simoncelli memulai karir di tahun 2002 di kelas 125 World Championship. Sepanjang empat tahun berlaga di kelas ini, pembalap yang bergabung di tim Aprilia ini sukses menang sebanyak tiga kali dan tujuh kali naik podium dari 50 kali tampil. Pada tahun 2006, Pembalap yang akrab disapa Super Sic ini naik kelas ke 250 World Championship. Bersama tim Gilera, sepanjang keikutsertaannya di kelas ini, Simoncelli berhasil memenangi 12 laga dan 22 podium dari 64 serie yang diikutinya.
Simoncelli berhasil menjuarai 250 World Championship pada musim 2008 dengan memetik 280 poin. Di musim itu, ia mampu memenangi 6 seri balapan. Namun sayangnya, di musim selanjutnya, ia tidak dapat mengulangi suksesnya. Simoncelli harus puas berada di urutan ketiga klasemen akhir 2009.
Meski demikian, kepiawiannya mengendarai ‘kuda besi,’ membuat Honda tertarik kepadanya. Simoncelli pun naik kasta pada 2010 dengan bermain di kelas MotoGP World Championship bersama Honda. Di musim pertamanya, Simoncelli hanya mampu berada di posisi ke delapan dengan perolehan 125 poin.
Rekam jejak prestasi Simoncelli
1987: Lahir di Cattolica, Italia 20 Januari.
1996: Runner-up di Kejuaraan minimoto Italia.
1999: Juara Kejuaraan minimoto Italia.
2000: Back-to-back di Kejuaraan minimoto Italia dan runner-up di Kejuaraan Eropa minimoto.
2001: Pindah ke kejuaraan 125cc Italia dan memenangkan gelar di tahun rookie.
2002: Memenangi gelar 125cc Eropa.
2003: Masuk di Kejuaraan Dunia 125cc dengan tim Racing Matteoni.
2004: Bergabung dengan tim Rauch Bravo dan memenangkan Grand Prix pertamanya di Jerez hujan-basah.
2005: menyelesaikan 125cc dengan tim Ras Nocable.it
2006: Pindah ke kelas 250cc untuk Gilera.
2008: Juni – Memenangkan balapan pertamanya 250cc di GP Italia di Sirkuit Mugello dalam keadaan kontroversial ketika Hector Barbera menabrak dirinya.
Oktober – Memenangkan Kejuaraan Dunia 250cc setelah musim yang sukses dengan Gilera dengan selesai tempat ketiga di Grand Prix Malaysia di Sepang.
2009: Finalis ketiga di Kejuaraan Dunia 250cc belakang Jepang Hiroshi Aoyama dan Spanyol Barbera.
2010: Moves atas untuk naik di MotoGP musim debutnya bagi Honda. Selesai 16 dari 18 ras perjalanan ke tempat kedelapan di kejuaraan.
2011: Mei – bertabrakan dengan Dani Pedrosa di Sirkuit Le Mans saat GP Perancis.
Juni – Berkarir di GP Catalan menempati posisi ke enam .
23 Oktober – Tewas dalam kecelakaan GP Malaysia di Sepang(exelroze)
Lukisan Yang Hampir Membutakan Mata Pelukisnya
Seorang seniman telah menghabiskan sembilan bulan membuat replika Pieta karya Michelangelo yang luar biasa, menggunakan puluhan juta titik. Kate Askegaard dari Dixon, Illinois, hampir kehilangan penglihatannya setelah bekerja hingga 12 jam sehari. Ia bersusah payah untuk memproduksi kembali karya versinya, yang seluruhnya terdiri dari titik-titik individu, menggunakan ujung pena 0.05mm.
Hasilnya sungguh menakjubkan, hampir identik dengan karya klasik yang diciptakan oleh seniman Renaissance Italia yang lahir pada tahun 1475 dan meninggal pada 1564 itu. Askegaard mendedikasikan lebih dari 1.500 jam untuk proyek, yang ia disebut Cinta Sejati. Sifat pekerjaan yang berulang membuat pergelangan tangan kirinya dalam 'penderitaan' dan dia nyaris buta karena harus berulang kali fokus pada titik-titik.
Pieta (1498-1499) adalah patung Renaissance karya Michelangelo dan ditempatkan di Basilika Santo Petrus di Vatican City. Patung tersebut adalah karya pertama dari sejumlah karya dengan tema yang sama yang dibuat oleh seniman Italia itu. Kardinal Prancis Jean de Billheres, Dubes Prancis untuk Roma saat itu, telah memerintahkan pembuatan patung tersebut, untuk monumen pemakamannya. Menariknya, Pita adalah satu-satunya karya Michelangelo yang pernah ia tanda tangani sendiri.
Kepada MailOnline, seniman ini mengatakan bahwa sebagian besar karyanya dipengarui oleh Edward Gorey, Ansel Adams, arkeologi Mesir Kuno, Yunani Kuno dan Roma, namun ia memberikan perhatian lebih pada proyek yang satu ini.

"Proyek ini cukup menyita waktuku selama sembilan bulan terakhir, tapi aku benar-benar senang dengan hasil akhirnya. Orang sering bertanya kepadaku, berapa banyak titik-titik tersebut, dan aku tidak benar-benar tahu, Aku kira ada puluhan juta titik. Ketika membuat shading, dilakukan dengan memusatkan titik menjadi lebih rapat dan itu berarti membutuhkan lebih banyak titik. Pergelangan tanganku terasa seperti mau patah setelah menyelesaikannya, namun karya tersebut sudah selesai sekarang. Pekerjaan ini juga sangat melelahkan mata, karena Anda harus terus-menerus fokus pada titik-titik. Ini membuat Anda merasa seolah-olah akan buta. "

Skala ini menunjukkan betapa kecilnya titik-titik yang dibuat dengan ujung pena 0.05mm
Askegaard memulai proyek pada pertengahan Desember tahun lalu dan diperkirakan akan membutuhkan 800 jam untuk menyelesaikannya untuk disertakan pada kompetisi ArtPrize September lalu.
Pieta karya Michelangelo ini telah direplikasi di seluruh dunia sebagai sinonim perasaan dari kesedihan Maria atas kematian Yesus. Untuk menyelesaikan satu titik, Askegaard bertahan hidup dengan tidur malam selama empat jam dan bekerja dalam 12-jam shift. Dia menggunakan cetakan 12 inci sebagai panduan, yang kemudian dipisahkan menjadi beberapa bagian dan digunakan sebagai panduan. Totalnya ia menggunakan enam pena dengan tinta tahan air khusus yang sangat halus, mata pena berukuran 0.05mm untuk memungkinkan kejelasan. Pekerjaan yang menakjubkan ini akhirnya selesai pada 19 September – hanya satu hari sebelum batas waktu dari kompetisi.
Hasilnya sungguh menakjubkan, hampir identik dengan karya klasik yang diciptakan oleh seniman Renaissance Italia yang lahir pada tahun 1475 dan meninggal pada 1564 itu. Askegaard mendedikasikan lebih dari 1.500 jam untuk proyek, yang ia disebut Cinta Sejati. Sifat pekerjaan yang berulang membuat pergelangan tangan kirinya dalam 'penderitaan' dan dia nyaris buta karena harus berulang kali fokus pada titik-titik.
Pieta (1498-1499) adalah patung Renaissance karya Michelangelo dan ditempatkan di Basilika Santo Petrus di Vatican City. Patung tersebut adalah karya pertama dari sejumlah karya dengan tema yang sama yang dibuat oleh seniman Italia itu. Kardinal Prancis Jean de Billheres, Dubes Prancis untuk Roma saat itu, telah memerintahkan pembuatan patung tersebut, untuk monumen pemakamannya. Menariknya, Pita adalah satu-satunya karya Michelangelo yang pernah ia tanda tangani sendiri.
Kepada MailOnline, seniman ini mengatakan bahwa sebagian besar karyanya dipengarui oleh Edward Gorey, Ansel Adams, arkeologi Mesir Kuno, Yunani Kuno dan Roma, namun ia memberikan perhatian lebih pada proyek yang satu ini.
Karya seniman wanita berusia 30 tahun, yang terdiri dari jutaan titik
"Proyek ini cukup menyita waktuku selama sembilan bulan terakhir, tapi aku benar-benar senang dengan hasil akhirnya. Orang sering bertanya kepadaku, berapa banyak titik-titik tersebut, dan aku tidak benar-benar tahu, Aku kira ada puluhan juta titik. Ketika membuat shading, dilakukan dengan memusatkan titik menjadi lebih rapat dan itu berarti membutuhkan lebih banyak titik. Pergelangan tanganku terasa seperti mau patah setelah menyelesaikannya, namun karya tersebut sudah selesai sekarang. Pekerjaan ini juga sangat melelahkan mata, karena Anda harus terus-menerus fokus pada titik-titik. Ini membuat Anda merasa seolah-olah akan buta. "
Skala ini menunjukkan betapa kecilnya titik-titik yang dibuat dengan ujung pena 0.05mm
Askegaard memulai proyek pada pertengahan Desember tahun lalu dan diperkirakan akan membutuhkan 800 jam untuk menyelesaikannya untuk disertakan pada kompetisi ArtPrize September lalu.
Pieta karya Michelangelo ini telah direplikasi di seluruh dunia sebagai sinonim perasaan dari kesedihan Maria atas kematian Yesus. Untuk menyelesaikan satu titik, Askegaard bertahan hidup dengan tidur malam selama empat jam dan bekerja dalam 12-jam shift. Dia menggunakan cetakan 12 inci sebagai panduan, yang kemudian dipisahkan menjadi beberapa bagian dan digunakan sebagai panduan. Totalnya ia menggunakan enam pena dengan tinta tahan air khusus yang sangat halus, mata pena berukuran 0.05mm untuk memungkinkan kejelasan. Pekerjaan yang menakjubkan ini akhirnya selesai pada 19 September – hanya satu hari sebelum batas waktu dari kompetisi.
Menara Iblis Yang Menakjubkan dan Penuh Misteri
Menara Iblis yang dikenal sebagai Devils Tower, terletak di timur laut Wyoming, Amerika Serikat. Tingginya lebih dari 1.266 ft, yang sebanding dengan ketinggian Empire State Building, yang sekitar 1.250 ft tanpa puncak menara. Bukit batu ini terbentuk sekitar 65 juta tahun yang lalu oleh aktivitas gunung berapi.Legenda Masyarakat Sekitar :
Berbagai legenda banyak bermunculan yang menceritakan tentang asal-usul menara ini. Salah satunya adalah cerita dari Kiowa, Arapaho, Crow, Cheyenne dan suku Sioux, ketakutan sekelompok gadis-gadis kecil dikejar oleh beruang raksasa.
Menurut legenda ini, tujuh gadis Indian suatu hari bermain di hutan. Beruang besar datang kepada mereka dan mengejarnya. Gadis-gadis melarikan diri dengan cepat melalui pepohonan, tetapi beruang perlahan-lahan dapat menyusul mereka.
Karena situasi membuat mereka menjadi putus asa, gadis-gadis melompat ke atas batu karang yang rendah dan berdoa dengan suara keras ke Roh Leluhur untuk menyelamatkan mereka.
Tiba-tiba batu kecil mulai tumbuh ke atas, mengangkat tujuh anak perempuan lebih tinggi dan lebih tinggi ke langit. Beruang yang marah melompat ke sisi menara (batu tersebut) dan meninggalkan bekas cakar, yang dapat dilihat sampai saat ini di atas dinding batu.
Faktanya :
Dikenal oleh orang Indian sebagai Mateo Tepee atau Grizzly Bear Lodge, menara ini sebenarnya adalah sisa gunung berapi ekstrusi yang terjadi 60-70 juta tahun yang lalu.
Tumbuh sekitar 1.200 meter di atas Sungai Fourche Belle, menara ini pertama kali dilihat oleh penjelajah kulit putih dari AS, pada Geological Survey pada tahun 1875.
Para surveyor menyebut batu itu Devils Tower, setelah mereka tahu bahwa nama aslinya adalah "The Bad Allah Tower", begitu para orang Indian setempat menyebutnya.
Pertama kali dipanjat, dengan menggunakan tangga kayu panjang yang melekat pada permukaan batu, pada 4 Juli 1893.
Hari ini, menara ini adalah situs pendakian yang populer dan lebih dari 20.000 ascents telah dibuat. Menara ini masih sangat dihormati sebagai situs pencarian visi orang Indian.
Penggunaannya saat ini masih terus sebagai objek untuk Indian dan non-Indian, dan banyak pengunjung telah melaporkan melihat fenomena cahaya aneh dan UFO yang terbang disekitar puncak menara.










